24
Jul

Manisnya Kain Warna Warni (Part 2)

Poster Kain Warna Warni

Apakah itu Indonesia?

Bujet Vs. Indie

Kalau bicara film indie, maka kita bicara bujet. Film Indie begitu populer di dunia karena semangat yang diusungnya bersahaja (baca: low cost budget) tapi memiliki dominasi cerita dan plot yang nggak kalah hebat ketimbang film-film berbiaya besar yang dirilis oleh PH besar. Bahkan, tak jarang bakat-bakat besar muncul dari area yang nyaris luput dari perhatian luas ini. Apa pun itu, dunia perfilman indie di Indonesia sayangnya hanya melihat faktor bujet saja. Jika sudah menggelontorkan dana besar untuk film kecil, maka bisa dianggap tidak indie lagi. Padahal, kata indie atau independen sebenarnya menyiratkan bahwa film tersebut didanai sendiri, tanpa bantuan pihak-pihak lain (atau label besar) sebagai promotor.

Kain Warna Warni, menurut pengakuan Ichuy didanai oleh tabungan mereka sendiri. Film ini memakan bujet sekitar 15,000 Ringgit Malaysia atau sekitar 45 juta rupiah. Ichuy bilang, “Duit ini hasil nabung, lho! Kami benar-benar menyisihkan uang kami untuk proyek ini.” Iya deh! Kami tetap setuju kok, kalau ini diklaim sebagai film indie. Walau bujetnya terdengar besar, KWW masih disyuting menggunakan perlengkapan hasil pinjaman pihak kampus. “Kamera, tripod, boomer, semua kami pinjam dari universitas,” aku Dimas. Wah, seandainya kampus Gue pinjemin kamera digital Hi-Def, mungkin sudah laku dilelang di e-bay!!

Lupakan indie atau tidak, yang terpenting bagi muda-mudi ini adalah bagaimana apresiasi penonton setelah menyaksikan film ini. Trailernya diputar pertama kali tanggal 5 April 2009 di acara MOZAIC Indonesia 2009, sebuah pagelaran seni dan budaya dari Merah Putih Club yang mempertunjukkan kebolehan para mahasiswa Indonesia. Saat itu, KWW disaksikan oleh 400 siswa internasional dan nasional. Sambutannya? “Meriah banget!” kata mereka kompak. Kata Charis, “Ada yang langsung mengajak kerja sama bareng dan sebagainya. Mereka bukan mahasiswa asal Indonesia, lho. Jadi, kami bangga karya kami diakui oleh mereka.” Trailernya sendiri sudah dapat disaksikan melalui blog mereka: http://kainwarnawarni.blogspot.com. Pertama kali melihat trailer-nya, BangkuDepan merasa tertarik dengan Kirana, tapi sayang, kami tak menemuinya hari itu. Oh! Of course, we are more than pleased to see the movie!

Mya Amelia

Mya Amelia Fauza, pemeran Bella di Kain Warna Warni

But, itu bukan masalah bagi kami, karena mungkin Kirana akan hadir saat pemutaran perdana Kain Warna Warni di Blitz Megaplex mulai 28 – 30 Juli 2009 pukul 19.30 WIB. Mengapa di Blitz? “Karena Blitz cukup mendukung pada karya-karya indie. Mereka aware dengan industri ini,” jelas Charis tanpa bermaksud promosi. Diputarnya KWW di Blitz memberi arti baru bagi seluruh kru Teh O Ais Production dan dunia sinema amatir Indonesia. Seandainya Blitz dan lainnya mulai serius melirik mereka, BangkuDepan yakin akan muncul sineas berbakat yang saat ini sedang bokek tapi penuh ide brilian untuk dijadikan film. All they need is a place where people can sit down and watch their movie. Itu pula yang diutarakan Charis dan rekan-rekannya, “Kami ingin agar orang menonton film ini, kami ingin agar film kami mendapat masukan, kritikan, atau opini apa pun yang sekiranya jadi input buat kami.” Ya iyalah, menembus Blitz juga butuh kerja keras. Apalagi, tim ini sama sekali awam dengan industri film nasional saat baru tiba di tanah air. Mereka harus membuat jejaring baru terhadap para pelaku industri, mulai dari mengajukan copy film ke Lembaga Sensor Film hingga mencari PH lokal berbadan hukum yang mau menggawangi film KWW agar bisa diputar di teater Indonesia. Starting from scratch, itulah yang mereka lakukan. “Kami harus cari informasi sana-sini, berhubungan dengan PH lokal hingga badan film negara seperti sensor tadi. Pokoknya, dari nggak tahu apa-apa sampai akhirnya bisa tembus ini, adalah buah kerja keras kami,” ungkap Charis.

“Tak lupa, kami berterima kasih pada Intimasi Production yang menjadi wadah kami saat menawarkan film ini kemana-mana,” sambungnya. Intimasi Production adalah PH yang pernah memproduksi film “Mereka Bilang Saya Monyet!” garapan Djenar Maesa Ayu.

Indonesia: Here We Come!

Saat BangkuDepan berkunjung ke sana, tim kompak ini sedang memotong-motong tiket untuk dibagikan ke beberapa kampus yang akan mereka kunjungi.

Tiket Kain Warna Warni

Tiket Warna Warni: Mau?

Rencana promonya ingin seperti apa sih?

“Kami berminat keliling ke kampus-kampus dan promo di radio-radio agar KWW bisa dikenal lebih luas,” jawab Ichuy. Bahkan, mereka tampaknya serius untuk memutar film ini di Blitz Megaplex di Bandung. Namun, sebelum ke sana, mereka ingin sekali mengikutsertakan karya perdana berdurasi 95 menit ini ke dalam festival film.

Seakan mimpi itu belum habis, mereka masih ingin meneruskan karya-karyanya. “Dari awal, kami bercita-cita untuk membuat film dengan tema Indonesia. Kami ingin bikin film tentang Majapahit!” seru mereka.

Wah! Butuh bujet banyak dong! “Ya, kami harus membuat proposal yang menarik agar ada investor mau membiayai film kami,” kata Ichuy.

Oke deh! Kayaknya, invasi generasi Y seperti mereka bakalan menarik disimak ketimbang menonton trilogi Pocong yang mulai kehabisan kain kafan untuk difilmkan. Indie atau bukan, tidak jadi masalah. Asal kerja keras dan ide brilian selalu ada, niscaya film bagus akan mewarnai bioskop-bioskop kita nantinya.

Sssttt!! Kabarnya, mereka membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin mewujudkan mimpinya sebagai film-maker namun bingung harus kemana, lho! Jadi, siapa tahu kamu yang jago akting, jago menulis naskah hingga jago pegang boomer bisa ikutan gabung atau sekedar cari ilmu di Teh O Ais Production!

Teh O Ais

Untuk sementara, Bangku Depan mempersembahkan trailer Kain Warna Warni. Enjoy!

Filed under: Preview

6 Responses to “Manisnya Kain Warna Warni (Part 2)”

putex Says:

How was the interview? I bet you enjoy it, right? Just wondering… apresiasi di Jakarta gimana ya? Ga nyangka bujetnya mahal banget…

Vano Says:

Yeah, we enjoyed the interview. Kita juga nggak bisa nunggu untuk premierenya tanggal 28 besok. Yang bisa datang, harap datang ya!

La Tessa Dwadiandra Says:

Alhamdulillah untuk hari pertama saya bisa datang ke premiere dan hari ini saya sudah di Malaysia lagi. Update dong gimana animo penontonnya buat saya.. hehehe

-La Tessa a.k.a Lana Ardelia Putri

Vano Says:

Lookie what we got here! One of the stars herself! Tenang aja, liputan premiere dan review film is in the works. Makanya jangan lupa cek BangkuDepan terus ya!

hariyanto djumex Says:

nice2 ga nyangka tayang juga di bioskop…nice response dari penonton..mudah2han lanjut lagi t o ais

Anangga Pratama Says:

ditunggu loh reviewnya… :)

Beri Komentar